Lagu Rindu dari Haruki Murakami, "Dear Heart"

Photo by Danny Trujillo on Unsplash
Buku-buku Haruki Murakami sering kali memberi saya rekomendasi musik tak terduga, mulai dari klasik, jazz, hingga rock n’ roll. Tapi dari sekian banyak lagu yang saya temukan di sana, satu yang masih terus saya dengarkan sampai sekarang adalah “Dear Heart” karya Henri Mancini.

Saya pertama kali menemukan lagu ini saat membaca Norwegian Wood. Di sana, lagu ini muncul sebagai hadiah ulang tahun dari Watanabe untuk Naoko. Diceritakan bahwa Naoko menyukai lagu ini karena melodinya yang lembut dan harmoninya yang memanggil kerinduan. Saya pun penasaran, lalu langsung mencarinya di Spotify.

Dan benar saja, saya jatuh cinta pada lagu ini sejak nada pertama.


“Dear Heart” adalah lagu yang sangat sederhana, tapi juga sangat indah. Liriknya manis, instrumennya hangat, dan semuanya terasa pas. Lagu ini diisi oleh kombinasi piano lembut, string section yang melodis, dentuman drum halus, tiupan instrumen tiup yang kalem, dan harmoni vokal pria-wanita yang menyatu bagaikan pelukan.

Saya sangat menyukai melodi bagian versenya. Rasanya ada sesuatu yang begitu indah, tenang, dan menawan dari melodinya, terutama saat lirik ini dinyanyikan:

Dear heart wish you were here to warm this night

My dear heart, seems like a year since you've been out of my sight.

Melodinya mengalun ringan, tapi penuh perasaan. Lalu saat masuk ke bagian chorus:

A single room, a table for one

It's a lonesome town all right

Saya langsung terdiam. Lirik sesederhana itu bisa menggambarkan kesepian dengan begitu tepat. Ini seolah-olah saya sedang duduk sendiri di sebuah restoran sepi, hanya ditemani bayang-bayang orang yang saya rindukan.

Dan akhirnya, lagu ini ditutup dengan kembali ke melodi verse yang menyanyikan lirik:

But soon I'll kiss you hello at our front door

And dear heart I want you to know

I'll leave your arms never more

Indah sekali. Mereka berpisah, saling merindukan, lalu bertemu dan tak akan pernah berpisah lagi. Itu adalah cerita cinta yang komplit.

BACA JUGA: Insomnia dan Bantal Keras


Sebentar lagi, saya akan menjalani hubungan jarak jauh dengan pacar saya. Saya di Semarang dan dia di Bekasi. Saya rasa, lagu ini akan menjadi lagu yang cocok untuk saling merindukan dan menantikan kesempatan untuk bertemu kembali.

Semuanya sebagaimana setelah ulang tahun Naoko, Watanabe dan Naoko berpisah. Jarak menjadikan segalanya sunyi.

Ah, jadi ingin baca Norwegian Wood lagi.

Komentar

Postingan Populer