#5: Insomnia dan Bantal Keras
| Kopi di meja kerja saya |
Saya suka sekali minum kopi. Kopi membantu saya lebih fokus sehingga bisa bekerja dengan lebih efektif. Mesipun saya yakin tanpa kopi sebenarnya tidak apa-apa, kopi tetap menjadi ritual andalan saya sebelum bekerja.
Namun, efek dari minum kopi tidak selamanya positif, terutama jika saya meminumnya di sore hari. Ini membuat efek kafeinnya bertahan hingga malam sekali. Dan membuat saya jadi susah tidur.
Pernah pada suatu malam, saya berniat untuk tidur cepat. Saya sudah mematikan lampu, menutup jendela, dan berbaring di kasur yang empuk. Saya pun memejamkan mata untuk menutup hari saya. Namun, 30 menit kemudian, saya belum terlelap juga. Yang ada, bantal terasa keras, kepala saya malah berdenyut, dan rasanya pikiran saya mengalir begitu deras tanpa henti--dari satu pikiran lompat ke pikiran lain.
Padahal, supaya bisa tidur, seharusnya saya tidak memikirkan apa-apa.
Saya pun membuka mata saya dan menyadari: selepas magrib tadi, saya minum kopi secangkir.
Kalau sudah begitu, biasanya saya mengalihkan pikiran saya dengan mendengarkan musik. Dan musik ini adalah musik yang cocok untuk menemani insomnia saya dan mungkin teman-teman semua,
"Bantal Keras" oleh Sore.
Komentar
Posting Komentar