#1: Teringat Pacar karena Pale Blue Eyes

Ini adalah tulisan pertama saya di blog pertama saya dan kamu sedang membaca kalimat pertama saya. Saya membuat blog ini karena terinspirasi oleh Mas Dimas Ario yang membahas musik di blognya. Saya ingin seperti beliau, bisa membahas musik dengan begitu luwes dan mudah dimengerti.

Baca juga tulisan saya tentang musik: Bergoyang bersama "Juwita Malam" oleh FLEUR!

Selain itu, membuat blog juga menjadi cara saya mempublikasikan tulisan saya dan mudah-mudahan menjadi portofolio tulisan saya di masa depan. Sebelum menulis di sini, saya aktif menulis di Medium. Teman-teman bisa membacanya di sini.

Maka langsung saja, untuk memulai rutinitas menulis di blog ini, saya akan menantang diri saya sendiri untuk menulis di sini setiap hari selama satu bulan. Mungkin itu kedengarannya aneh, karena sekarang sudah tanggal 11, sudah lewat 10 hari dari tanggal 1 di mana orang-orang biasanya memulai tantangan sejenis. Tapi, masa bodoh. Keinginan untuk mulai menulis di blog datang sekarang. Saya nggak akan sabar kalau harus menunggu sampai bulan depan. 

Selamat membaca tulisan saya!


Zoom-in mata pacar saya

Mata pacar saya berwarna cokelat, tapi saya selalu saja mengingatnya setiap kali mendengarkan lagu Pale Blue Eyes oleh The Velvet Underground. Saya nggak tahu kenapa dan hanya bisa menebak-nebak alasannya.

Mungkin, itu karena lagu tersebut memang bercerita tentang hubungan antara seorang pria dan wanita. Namun, terdapat perbedaan yang signifikan antara hubungan saya dengan pacar saya dan pria itu dengan wanitanya. Hubungan saya berjalan, alhamdulillah, baik, lancar, bahagia, romantis, dan makmur. Sementara itu, hubungan yang diceritakan di lagu itu adalah semacam perselingkuhan yang membahagiakan. 

Perhatikan liriknya.

It was good what we did yesterday
And I'd do it once again
The fact that you are married
Only proves you're my best friend
But it's truly, truly a sin

Duh! Lagi-lagi saya kembali ke pertanyaan: kenapa saya mengingat pacar saya setiap kali mendengar Pale Blue Eyes?

Alasan kedua tebakan saya adalah karena lirik utamanya yang diulang-ulang. Yakni, 

Linger on your pale blue eyes.

Saya rasa, lirik tersebut di dalam lagu membuat saya membayangkan mata seseorang, mata yang sering saya tatap dalam-dalam, mata yang saya kasihi. Dan itu tidak lain tidak bukan adalah mata pacar saya. 

Saya suka sekali menatap matanya yang cokelat seperti warna kayu di pohon. Bulu matanya begitu lentik, bola matanya berbinar-binar, dan saya senang bisa tenggelam di dalam sentuhan tatapannya. 

Untuk menyesuaikan lagu ini dengan suasana, perasaan, dan kenyataan di hubungan saya, mungkin akan lebih baik jika saya mengganti liriknya dengan,

Linger on your dark brown eyes.



Komentar

Postingan Populer