"Kamu Bakal Nikahin Aku, Kan?"
| Photo by Priscilla Du Preez 🇨🇦 on Unsplash |
Saya sedang mendengarkan album Mantra Mantra oleh Kunto Aji ketika saya menyadari ada yang janggal dari liriknya. Saat itu saya sedang memutar lagu keempat, “Topik Semalam”.
Lirik di lagu ini membahas soal hubungan asmara yang arahnya mulai dipertanyakan. Kalau dibikin jadi dialog, kira-kira begini alurnya:
Cewek: “Kita bakal nikah, gak?”
Cowok: “Iya dong, sabar yaa...”
Cewek: “Beneran? Kamu bakal nikahin aku, kan?”
Cowok: “Iya, tapi tunggu dulu. Kalau kamu sabar, aku pastiin kamu bahagia. Aku udah punya rencananya, kok.”
Cewek: [tersenyum]
Cowok (dalam hati): “Tapi semuanya masih ada di kepala.”
Lirik ini terdengar ganjil buat saya. Meskipun saya belum bisa sepenuhnya relate dengan konteks asmaranya, saya bisa membayangkan bagaimana rasanya berada di posisi si Cowok yang sebenarnya kebingungan, tapi berusaha terlihat yakin.
BACA JUGA: "Jadi, Gimana Masa Depanmu?"
Kalimat “semuanya masih ada di kepala” menerangkan bahwa belum ada satu langkah konkret pun yang diambil. Bisa jadi karena ragu. Bisa juga karena merasa memang belum waktunya. Tapi di sisi lain, ini juga bisa dibaca sebagai cara halus untuk menghindari komitmen, yakni dengan menjanjikan sesuatu yang bahkan belum mulai dirancang secara nyata.
Ah, nanti kalau saya sudah di posisi si Cowok, pokoknya, saya harus dengar lagu ini lagi.
Komentar
Posting Komentar