#29: "Jadi, Gimana Masa Depanmu?"
Ada saatnya saya berhenti menjawab pertanyaan-pertanyaan orang lain yang selalu mengarah kepada kemajuan, kepada masa depan tanpa peduli apa yang saya lakukan sekarang.
Tanya: "Tapi berjalan ke mana?"
| Photo by Derek Thomson on Unsplash |
Ada baiknya kini saya mulai bertanya kepada diri sendiri dan menjawab itu semua dengan sepenuh hati.
Tanya: "Gimana masa depanmu?"
Jawab: "Aku sedang melangkah di jalan yang teramat panjang sampai tak tampak ujungnya. Jadi, jawabannya, nggak tahu."
Tanya: "Kok bisa nggak tahu?"
Jawab: "Jalan ini juga bercabang-cabang dan aku nggak tahu ke arah mana seharusnya berjalan. Mana yang akan baik? Mana yang akan buruk? Mana yang masa depan? Mana yang masa lalu? Ya, aku nggak tahu."
Tanya: "Jadi kamu sedang terjebak?"
Jawab: "Nggak, aku sedang berjalan, tapi seakan-akan terjebak."
Tanya: "Jadi, apa yang kamu lakukan sekarang?"
Jawab: "Aku terus berjalan. Dan cuma berjalan."
Tanya: "Tapi berjalan ke mana?"
Jawab: "Nggak tahu."
Tanya: "Yang penting jalan?"
Jawab: "Iya."
Tanya: "Bersama waktu?"
Jawab: "Seperti waktu."
Waktu terus berjalan. Hidup masih panjang. Dan saya nggak boleh menyerah cuma karena pertanyaan-pertanyaan.
Masa lalu dan masa depan. Masa sekarang ada di tangan. Saya nggak boleh takluk sama kepala yang penuh bayangan.
Duh, maaf. Saya jadi bingung dan ikut merenung dan nggak bisa nggak akhirnya menulis semuanya setelah mendengar lagu yang penuh dengan pertanyaan, pertanyaan, dan pertanyaan, "How?" oleh John Lennon.
Komentar
Posting Komentar