Aku Ingin Menulis Tentang Semarang

Seperti Silampukau yang bernyanyi tentang Surabaya, aku ingin sekali mulai berkarya tentang Semarang. Sayangnya, pengetahuanku tentang Semarang belum begitu luas dan mencukupi untuk dapat menciptakan sebuah ode untuknya. Begitu juga rasaku kepada kota ini: belum terlalu dalam cintanya.

Sumber: Media Indonesia

Tentulah begitu, sebab belum ada satu bulan aku tinggal di sini. Sendiri. Dan Semarang bukanlah kota asalku. Bisakah aku membuat karya berarti tentangnya? Bisa dong! Sebagaimana Sapardi dan Aan menulis tentang New York dalam puisi-puisi mereka. Aku tinggal memikirkan ingin menulis topik apa.

Pun aku belum menjelajahi sudut-sudut kota ini, dan belum terpetakan dengan jelas dalam kepalaku apa saja ciri khas yang ada di sini. Satu yang pasti, aku ingin sekali menulis tentang Semarang. Tapi, tentang apa, ya?

+: Ah, tentang Semarang yang kuketahui selama ini saja gimana?

-: Boleh! Semarang atas, di Tembalang, dekat Undip kan maksudmu?

+: Iya!

-: Gas, ada apa saja di situ?

+: Oke, aku akan mendaftarnya:

  • Sulitnya membedakan burjo, parjo, dan kafe biasa di Temcy.
  • Dilema masak sendiri atau beli makan di luar ketika jeda jam matkul singkat sekali.
  • Usahaku menghapalkan jalan-jalan menuju Gondang, Mulawarman, Banjarsari, dan Bulusan.

-: Tuh, kan, ada banyak yang bisa ditulis!

Komentar

Postingan Populer