Aku Ingin Berenang Setiap Kali Membaca Murakami
Bayangkan air yang terbelah menjadi dua oleh tubuhmu. Kamu terus bergerak dan berenang. Rasanya dingin dan nyaman, seperti melayang di udara. Seribu meter untuk hari ini, besok kamu berenang lagi.
Foto oleh Todd Quackenbush di Unsplash
Setiap kali sedang membaca buku-buku Haruki Murakami, aku jadi ingin berenang. Aku ingin masuk ke dalam dunia sang karakter utama—yang sering kali berkepribadian biasa-biasa saja, punya rutinitas yang teratur, dan rajin olahraga.
Mungkin, perasaan ini mirip dengan seseorang yang ingin makan karena melihat orang lain makan. Dengan kata lain, lapar mata. Bedanya, ini di bidang olahraga. Jadi apa dong namanya? Lapar raga?
Tapi, sebentar, aku ingin terlebih dahulu menyelidiki alasan mengapa aku ingin berenang tiap kali baca buku-buku Haruki Murakami.
Pertama, karena karakter utamanya sering kali berenang. Ambil contoh, Toru Watanabe dari Norwegian Wood berenang di kolam renang umum. Begitu juga Tsukuru Tazaki dari The Colorless Tsukuru Tazaki berenang di kolam renang kampus. Dan masih banyak karakter lain dari cerita-ceritanya yang juga berenang. Aku ingin jadi seperti mereka supaya keren, maka aku ingin berenang.
Kedua, penggambaran kegiatan berenang oleh Haruki Murakami yang sangat nikmat. Haruki Murakami itu penulis yang amat deskriptif, termasuk dalam menggambarkan renang. Ia pernah menggambarkannya seperti melayang-layang di atas awan sampai mengatakan bahwa berenang itu cara terbaik untuk menyegarkan pikiran. Maka aku tergoda untuk berenang.
Oke, aku tidak menemukan alasan lain. Aku akan lanjut membaca Haruki Murakami dan mungkin berenang dalam imajinasiku dulu.
Komentar
Posting Komentar