Ulasan Imagine —Album Penuh Lagu Hits dari John Lennon

Belakangan, saya sedang suka (dan membiasakan diri untuk) mendengarkan album secara penuh dari awal sampai akhir tanpa melewatkan satu pun lagu. Saya juga sedang belajar mendengarkannya dengan sadar sambil mencatat apa-apa saja yang menarik perhatian saya dari musik yang sedang saya dengarkan.

Maka sampailah kuping saya ke album Imagine oleh John Lennon. Saya memang suka mendengarkan karya solo dari para personel The Beatles, dan John Lennon adalah salah satunya.

Sumber: Spotify

Ketika saya mendengar album ini, saya pun menyadari bahwa selama ini saya belum pernah mendengarkan lagu-lagu Lennon secara penuh. Saya hanya mencari lagu yang enak, yang paling hits, atau yang biasanya ada di playlist "This Is John Lennon" di Spotify, lalu membuat playlist saya sendiri yang isinya hanya lagu-lagu yang menurut saya enak.

Kenyataan ini membuat saya tiba-tiba merasa asing dengan Lennon dan bertanya kepada diri sendiri, "Benarkah saya sudah mengenal musisi yang satu ini dengan baik?"

Imagine adalah album studio kedua dari John Lennon yang rilis pada tahun 1971, setahun setelah Beatles bubar. Berisi sebanyak 10 buah lagu, album ini berdurasi 39 menit 47 detik - termasuk durasi standar untuk sebuah album.
Setelah saya melihat daftar trek di album ini, ternyata saya sudah pernah mendengar semuanya, tapi belum berurutan. Maka saya pun bertekad mendengarkan album ini dengan saksama. Dari awal sampai akhir.

Dari Trek ke Trek

"Imagine" - lagu legend yang semua orang pasti tahu - menjadi pembuka yang kontemplatif. Pendengar diajak membayangkan segala macam kemungkinan yang bisa membuat dunia dan kehidupan manusia jauh lebih damai. Pesan utamanya adalah kebersamaan dalam keberagaman dan nilai kemanusiaan yang perlu diutamakan di atas nilai apa pun. Lagu yang luar biasa.

Album dilanjutkan dengan "Crippled Inside" yang sangat kontras dengan trek sebelumnya. Lagu ini jauh lebih bersemangat dan menyenangkan dengan komposisi musik country ala 1920-an. Lennon menyindir orang-orang munafik dengan mengatakan, "Anda bisa tampil baik di depan umum, tapi kalau di dalam sudah busuk, ya percuma!"

Piano mengalir dengan begitu indah di intro lagu selanjutnya "Jealous Guy". Diiringi piano Nicky Hopkins, Lennon menyanyikan baris lirik yang begitu jujur dan sensitif. Lewat lagu ini, pendengar paham bahwa ia mengakui semua kesalahannya, ia tidak bermaksud menyakiti hati kekasihnya, dan ia hanyalah seorang pria pencemburu.

Bukan John Lennon kalau lagunya enggak rock n' roll, maka trek selanjutnya di album ini "It's So Hard" - berisi vokal Lennon yang kasar dan suara gitar yang kasar dengan ritme bluesy. Di liriknya, Lennon mengeluh tentang segala macam tuntutan di dunia ini, padahal kenyataannya semua tak semudah itu diwujudkan.

"Kekasaran" berlanjut di "I Don't Wanna Be A Soldier Mama", tapi kali ini jauh lebih menggema, bikin pusing, dan punya ciri khas psikedelia. Liriknya berisi repetisi tentang hal-hal yang sang narator tidak ingin menjadi seperti itu.

Lagu selanjutnya adalah "Gimme Some Truth". Lagu yang menuntut kejujuran dari semua orang. Sang narator bercerita betapa ia telah lelah dengan semua kebohongan dan kemunafikan di dunia ini. Instrumennya sederhana, hanya gitar dengan efek overdrive dan drum.

Setelah tiga lagu yang cukup bersemangat dan melelahkan, pendengar diajak merenung lewat "Oh My Love". Lagu ini memiliki melodi yang begitu indah dan memikat. Lennon menyanyikannya dengan penuh kelembutan; piano pengiringnya - yang di-double track - sangat cantik; permainan gitar tidak berlebihan. Liriknya juga sangat puitis. Baris favorit saya adalah, "Oh my love for the first time in my life / My eyes can see." Bisa dibilang, lagu ini adalah lagu favorit saya di album ini.

Perjalanan mendengar Imagine dilanjutkan dengan "How Do You Sleep?" - lagu yang menjadi diss-track untuk Paul McCartney. Masih dengan ritme gitar bluesy dan alunan biola yang mistis, Lennon menyanyikan baris-baris lirik penuh sindiran kepada sahabat karibnya itu. Sepanjang mendengar ini, saya hanya senyum-senyum sendiri dan kadang tertohok dengan liriknya. Baris lirik yang kena banget menurut saya, yaitu "The only thing you done was 'Yesterday' / And since you've gone you're just 'Another Day'" - menyindir lagu McCartney dari era Beatles dan setelahnya.

Kemudian album dilanjutkan kembali dengan judul trek yang bertanya, yaitu "How?". Lagu ini jauh lebih minimal dibanding lagu lainnya di album ini, terutama di bagian verse. Lirik-liriknya penuh dengan pertanyaan tentang kehidupan, kadang ironis, kadang kontradiktif. Di lagu ini Lennon kembali mengajak pendengar merenung dengan terus bertanya tanpa pernah memberikan jawaban.

Album ditutup dengan nyanyian kebahagiaan dan seruan cinta di lagu "Oh Yoko!". Dengan formula ala lagu country, di liriknya, Lennon bercerita bahwa ia terus menerus memanggil nama Yoko di mana pun dan kapan pun. Apalagi makna lirik itu selain perasaan cinta yang tulus dan menggebu-gebu?

Kesimpulan dan Nilai

Bagi saya, Imagine adalah album yang sangat personal. Setiap kali mendengarkannya, saya selalu teringat video-video John Lennon yang sudah saya tonton di Youtube, atau kenangan dari film-film lawas The Beatles. Setelah mendengar album ini, saya merasa sangat akrab dengan John Lennon dan merasa bahwa dia menyapa saya dengan santai, "Qie, let's sing a song together!"

Maka tidak bisa tidak, saya harus memberikan nilai album ini 10/10.

Telah menghasilkan banyak lagu hits yang merupakan campuran antara perenungan dan rasa cinta, juga seruan kritik terhadap kemunafikan, John Lennon membuktikan kualitasnya sebagai musisi yang bukan hanya puitis, tapi juga kritis dan sensitif terhadap isu sosial di album ini.

Komentar

Postingan Populer