Kenapa Terus Berusaha?
“Hidupmu sudah enak, untuk apa capek-capek terus berusaha?”
| Sumber: Dave |
Tidak, saya tidak sedang bertanya kepada siapa pun. Saya juga tidak sedang ditanya oleh siapa pun. Pertanyaan itu muncul sendiri tanpa tujuan di kepala saya, dan saya ingin sekali membahasnya di sini.
Mendengar pertanyaan seperti itu, saya langsung teringat perkataan John Coltrane tentang alasan dia terus bermain jaz, “It’s not the money, Man. It’s the striving, that’s what I want.”
Betapa manusia bisa mencapai segalanya di dunia ini, bisa memiliki harta yang paling kaya sekalipun, bisa mencetak rekor dunia sebanyak mungkin, tapi kita tak akan pernah puas. Kita tidak akan pernah puas. Kita tidak akan pernah puas. Tidak akan.
Alasan seseorang terus berusaha dan menyibukkan diri memang bermacam-macam. Tapi, semuanya kembali ke human nature tersebut, yaitu manusia memang tidak akan pernah puas.
Hmm, itu bisa berarti baik dan buruk. Baik, ya manusia akan terus berusaha. Buruknya manusia akan menjadi begitu rakus dan berusaha bahkan dengan cara yang merugikan orang lain.
Tapi, saya sendiri lebih senang mencari kesibukan dengan berusaha untuk terus berkarya seperti John Coltrane. Perasaan berusaha itu sendirilah yang saya cari. Dan mungkin juga, itulah alasan saya hidup di dunia ini: untuk terus berusaha.
Komentar
Posting Komentar