Ulasan Lagu "Baby Shark" — Pinkfong
"Baby Shark" oleh Pinkfong
Dibuka dengan musik tema dari film horor Jaws, “Baby Shark” adalah lagu anak-anak yang bercerita tentang keluarga hiu. Lagu ini rilis pertama kali di Youtube Pinkfong pada 17 Juni 2016, dan menjadi viral di seluruh dunia sampai sekarang.
Sebagaimana lagu anak pada umumnya, lagu ini memiliki lirik yang sederhana, bahkan kelewat sederhana. Tapi justru karena itu, liriknya jadi sangat catchy dan mudah dihapalkan. Nggak heran, lagu ini dinyanyikan oleh banyak anak kecil di seluruh dunia.
Analisis Musik dan Lirik "Baby Shark"
2-3 kata, lalu diikuti dengan do-do-do-do-do-do.
Sederhana dan repetitif, seperti mantra. Meskipun begitu, lagu ini berhasil menyampaikan cerita yang komplit dan mudah dibayangkan oleh anak-anak. Ceritanya kira-kira begini.
Ada keluarga hiu: bayi hiu, ibu hiu, bapak hiu, nenek hiu, dan kakek hiu. Mereka pergi berburu makanan. Manusia panik, berlari menyelamatkan diri dari serangan hiu, dan akhirnya selamat. Tamat.
Durasi lagunya hanya 1 menit 36 detik, tapi menurut saya cukup kaya secara musikal. Struktur melodinya memang itu-itu saja, diulang terus dengan tambahan do-do-do yang tiada henti. Tapi di balik itu semua, ada beberapa hal menarik yang mungkin luput dari perhatian.
Berikut ini beberapa detail yang cukup unik:
-
Vokal bergantian sesuai karakter. Saat “Baby shark”, yang menyanyi adalah suara anak kecil. Saat “Mommy shark”, suara wanita dewasa. Begitu seterusnya hingga seluruh keluarga hiu mendapat giliran. Ketika sampai di bagian “Let’s go hunt”, mereka bernyanyi bersama, menandakan mereka pergi berburu bersama-sama. Ada koreografi vokal yang rapi di balik kesan main-mainnya.
-
Lapisan suara yang kompleks. Meskipun terdengar ringan, aransemen lagunya cukup ramai. Ada synth, beat drum, genjrengan gitar listrik, glissando piano, dan vokal anak-anak yang bernyanyi serempak. Semua itu dicampur menjadi satu, menciptakan atmosfer musik yang ceria tapi tetap padat dan harmonis.
-
Modulasi dan perubahan tempo. Tepat di bagian “Run away do-do-do...”, lagu ini naik setengah nada dan temponya jadi lebih cepat. Ini seperti adegan klimaks di film horor, di mana suasana berubah dan manusia berusaha kabur. Kesan dramatis ini muncul hanya dengan menaikkan chord sedikit dan mempercepat beat. Sederhana tapi efektif.
-
Penutupan musikal. Setelah semuanya selamat, tempo kembali ke normal, seluruh karakter menyanyikan “Safe at last do-do-do...” lalu ditutup dengan “It’s the end do-do-do-do/It’s the end!” Sebuah resolusi musikal yang menyenangkan bagaikan adegan akhir di drama musikal ketika semua pemain naik panggung bernyanyi bersama-sama dan melambaikan tangan ke penonton.
Kesimpulan
Sebagai lagu anak-anak, Baby Shark memenuhi semua kriterianya. Melodinya ramah telinga, lirik ceritanya lengkap dan imajinatif, dan musiknya nggak asal-asalan.
Awalnya, saya hanya mendengar lagu ini secara pasif lewat media sosial, dengan koreografi tangan khasnya itu.
Tapi setelah mendengarkan dengan lebih saksama, menganalisisnya sedemikian rupa, dan mencoba menelitinya dengan serius (mungkin terlalu serius), saya menyadari bahwa Baby Shark memang layak menjadi video yang paling banyak ditonton sepanjang masa di YouTube.
Komentar
Posting Komentar