Pertobatan atas "Keangkuhanku" oleh SORE

Photo by Dallas Penner on Unsplash

“Tuhan, kumohon. Hapus dosaku,” nyanyinya dengan nada setinggi mungkin seolah-olah berusaha menggapai Yang Maha Tinggi.

Lirik yang dinyanyikan itu terdapat di lagu “Keangkuhanku” oleh SORE.

Lagu ini dibuka dengan suara gemerincing yang khas—semacam celesta atau glockenspiel—membangun suasana surgawi yang langsung terasa berhubungan dengan tema ketuhanan. Lalu, petikan gitar listrik, dentuman drum, dan vokal utama mulai masuk perlahan.

Berbeda dari lagu pertobatan pada umumnya yang cenderung mellow dan lirih, lagu ini justru terdengar penuh gairah. Bahkan bisa dibilang: bersemangat, atau mungkin ... memberontak? Penyesalannya bukan yang tenang dan lembut, melainkan yang meledak-ledak seolah-olah ingin memohon ampunan sambil berteriak-teriak.

Sebagaimana judulnya, penyesalan dalam lagu ini disampaikan dengan penuh keangkuhan dan jeritan. Lalu setelah bagian chorus, masuk vokal “Uuuu~ Uuuu~” yang terdengar seperti simbol tangisan, rintihan sesal yang tak tertahan.

Di tengah lagu, hadir bagian interlude yang memberi jeda, menjadi sebuah ruang sunyi untuk merenung dan menghayati. Tapi jeda itu nggak lama, karena musik langsung kembali menguat ke refrein.

Menjelang akhir, bagian string ikut masuk mengubah suasana jadi lebih sedih sekaligus indah. Lalu, lagu ditutup dengan bagian permohonan yang sangat menyayat dengan lirik penuh doa dan pengharapan, sampai akhirnya lagu kembali ke bunyi gemerincing surgawi yang membuka semuanya.

Kuingin mendapatkan hidup di surga

Seperti yang Engkau janjikan kepada hamba

Hamba ciptaan-Mu

Kuingin merasakan hidup abadi

Seperti yang Engkau janjikan kepada hamba

Hamba ciptaan-Mu

Hu hu hu

Oh Tuhanku

Maafkan atas kelalaianku ini

Ampuni semuanya

Oh Tuhanku

Tolong dan kabulkan keinginan hamba-Mu

Lindungi semuanya

Hu hu hu....

Komentar

Postingan Populer