Begini Jadinya Kalau Hindia, Oasis, dan The Beatles Satu Frekuensi
Tentang Orisinalitas Karya
Enggak ada karya yang benar-benar orisinal. Satu karya pastilah dibuat berdasarkan karya lainnya yang sudah ada, atau seenggaknya terinspirasi dari karya-karya tersebut, baik secara langsung atau nggak.
Begitu juga di dalam musik.
Maka nggak heran kalau kamu menemui satu lagu yang mirip banget sama lagu lainnya, entah itu suasananya, melodinya, atau bahkan liriknya.
Dan nggak ada yang salah dengan itu. Ini seperti yang dikatakan Austin Kleon dalam Steal Like an Artist,
"What a good artist understands is that nothing comes from nowhere. All creative work builds on what came before. Nothing is completely original."
Atau seperti yang tercantum di Injil: "There is nothing new under the sun." (Ecclesiastes 1:9)
Saya melihat hubungan saling memengaruhi antara artis ini sebagai sesuatu yang indah. Ini menekankan kita sebagai makhluk sosial yang kreatif, yang tak pernah kehabisan ide untuk mencipta karya yang berarti.
Dan saya telah menemukan 3 karya musik dari 3 artis berbeda yang menunjukkan hubungan di atas. Yuk, disimak!
Kemiripan antara The Beatles, Oasis, dan Hindia
Ada kemiripan yang menyenangkan antara The Beatles, Oasis, dan Hindia di dalam lagu mereka, yakni
"While My Guitar Gently Weeps", "She's Electric", dan "Kita ke Sana".
"While My Guitar Gently Weeps", "She's Electric", dan "Kita ke Sana".
Kemiripan ini terletak di melodi satu bagian yang dinyanyikan masing-masing vokalis. Supaya mudah, saya minta kamu untuk dengarkan treknya satu per satu.
"While My Guitar Gently Weeps" – The Beatles
Kemiripan di lagu gubahan George Harrison ini terletak di bagian refreinnya dengan lirik, "I don't know why nobody told you how to unfold your love / I don't know how someone controlled you."
Kamu bisa langsung mendengarkannya di menit 0:50. Perhatikan melodi di penggalan lirik, "I don't know (nada rendah) why (nada tinggi)...."
"She's Electric" – Oasis
Oasis adalah band yang sangat dipengaruhi oleh The Beatles. Ini bisa dilihat dari perkataan Noel Gallagher, personil Oasis, di salah satu wawancara,
"The Beatles mean everything to me. They’ve definitely got the best tunes, hands down."
Maka nggak heran kalau kita mendapati adanya kemiripan antara Oasis dan The Beatles.
Salah satu kemiripannya ada di nada bagian pre-chorus lagu "She's Electric". Bagian ini memiliki lirik, "And I want you to know / I've got my mind made up now (made up now) / But I need more time // And I want you to say / Do you know what I'm saying? (What I'm saying) / But I need more time."
Kamu bisa langsung mendengarkannya di menit 0:53. Perhatikan melodi di penggalan lirik "And I (nada rendah) want you to know (nada tinggi)...."
Coba bandingkan dengan melodi yang ada di lagu The Beatles di atas. Mirip sekali, bukan?
"Kita ke Sana" – Hindia
Kemiripan melodi tak berhenti sampai di situ saja. Terdapat juga melodi di lagu "Kita ke Sana" oleh Hindia yang mirip banget dengan melodi di atas.
Melodi ini terletak di bagian refrein yang dinyanyikan Baskara Putra secara ciamik dengan suara falsetonya. Liriknya, "Ada masanya kita / Mencuri ruang dan waktu...."
Kamu bisa mendengarkannya di menit 1:18. Perhatikan melodi di penggalan lirik "Ada ma- (nada rendah) -sanya kita (nada tinggi)...."
Coba bandingkan lagi dengan dua lagu di atas. Mirip, kan? Namun, lagu Hindia lebih mirip dengan Oasis dibanding The Beatles karena temponya yang lebih cepat dan bersemangat.
Kesimpulan: Mirip tapi Tak Persis
Meski ketiga lagu di atas punya kemiripan di satu bagian, karya mereka tetap punya napasnya masing-masing. Dari lirik sampai suasana, semuanya membawa cerita dan rasa yang berbeda.
Dan dari sini kita bisa simpulkan bahwa nggak ada yang sepenuhnya orisinal. Namun, bukan berarti setiap karya yang dibuat itu copy-paste.
Memang benar setiap karya lahir dari pengaruh, tapi karya-karya itu tumbuh dengan caranya sendiri.
Hubungan antarkarya ini bukan kelemahan, tapi kekuatan. Ini menunjukkan bahwa kreativitas bagaikan api obor yang terus diwariskan.
Begitu juga dengan tulisan ini: terinspirasi karya yang sudah ada, tapi tetap ditulis dengan suara saya sendiri.
Komentar
Posting Komentar