#26: Rasanya Mendengarkan "Aku Manusia"

Photo by Library of Congress on Unsplash

Ada sesuatu yang mengingatkan saya kepada masa-masa yang tak pernah ada, atau sebenarnya ada tapi tersembunyi di dalam ingatan saya. Mungkin, saya bisa menyebutnya ingatan antara ada dan tiada.

Sesuatu itu sering sekali muncul tiap kali indera saya mengalami atau merasakan sesuatu. 

Contohnya, ketika hidung saya mencium wangi parfum, sering saya merasa pernah menciumnya di suatu tempat dan ingatan saya terlempar ke ruang dan waktu itu. Di sisi lain, saya juga merasa seperti baru mencium wangi itu pertama kali. Ini perasaan yang nyaman tapi aneh.

Begitu juga untuk indera pendengaran saya. Ketika saya mendengar musik, selalu saja ada bagian yang membuat ingatan saya berdering, lalu mencari-cari ke mana ia ingin membawa saya. 

Itulah yang terjadi ketika saya mendengar lagu "Aku Manusia" oleh Teresa Teng. Lagu jadul. Teramat jadul. Tentu saja saya nggak pernah dengar ini sebelumnya.




Namun, tepat saat intro lagu berputar, saya merasakan kenyamanan dan mencium aroma masa lalu. 

Tepat saat saksofon berteriak dan harpsichord mengiringinya, saya terlempar ke suatu masa atau ruang atau waktu atau apa pun itu yang memeluk saya dan seakan-akan mengatakan, "Selamat datang kembali."

Perasaan ini mengambang. Ada? Ya, saya rasakan. Tiada? Ya, saya nggak tahu pasti. 

Mungkinkah ini ada kaitannya dengan kehidupan yang lalu? Mungkinkah kakek atau kakek buyut saya atau nenek atau nenek buyut saya pernah juga mendengarkan lagu "Aku Manusia" oleh Teresa Teng sehingga ingatan akan musiknya terus diturunkan sampai kepada saya? 

Atau mungkin saja saya hanya ngelantur dan merasakan nostalgia karena mendengarkan lagu jadul?

Komentar

Postingan Populer