Tumbuh Dewasa bersama The Beatles: Pengalaman mendengar daftar putar “The Black Album” dari Boyhood (2014)

Saya suka menonton film, dan saya sangat senang bila mendapat rekomendasi musik yang menarik dari soundtrack-nya.

Itulah yang juga terjadi ketika saya menonton film Boyhood (2014). Di film ini, terdapat rekomendasi musik yang menarik sekali. Bentuknya bukan single, album, atau episode — tapi sebuah daftar putar bernama “The Beatles’ Black Album”.

Sumber: BBC

The Beatles’ Black Album

“The Beatles’ Black Album” adalah nama pelesetan dari The White Album — sebuah album oleh The Beatles. The Black Album adalah sebuah daftar putar atau kompilasi lagu dalam bentuk rekaman CD yang dibuat oleh Bapak sang karakter utama sebagai hadiah untuk ulang tahun anaknya yang ke-15.

Isi dari CD ini adalah lagu-lagu solo karya personel The Beatles pasca-Beatles yang disusun secara berurutan dan bergantian.

Sebagai beatlemania garis keras, saya pun tergelitik. Sebab, selain suka mendengarkan lagu-lagu The Beatles, saya juga suka mendengarkan karya-karya solo para personelnya. Mulai dari album Imagine oleh John, RAM oleh Paul, All Things Must Pass oleh George, dan oleh Ringo — saya nggak terlalu dengerin dia, hehehe.

Oleh karena itu, setelah selesai menonton filmnya, saya pun langsung mencari “The Black Album” di Spotify. Dan ternyata, daftar putar tersebut sudah dibuat oleh Ethan Hawke — pemeran Bapak Mason.

Saya pun mulai mendengarkannya.

Pengalaman mendengarkan dan penilaian saya

Hanya dengan mendengarkan empat lagu pertamanya saja, saya sudah sangat menikmati daftar putar ini. Musik dari masing-masing personel jelas memiliki gaya yang berbeda. Meski begitu, di daftar putar ini, musik mereka seakan menjadi satu. Meski The Beatles sudah bubar, masih ada sisa-sisa The Beatles yang terpancar dari karya solo masing-masing personelnya.

Hal di atas sebagaimana yang dikatakan oleh Bapak Mason sebelum memberikan CD-nya kepada Mason.

It doesn’t matter, you know, you’re missing the point. There is no favorite Beatle! That’s what I’m saying. It’s in the balance. That’s what made them the greatest fucking rock band in the world.

Kemudian, di dalam filmnya, ia juga mengatakan ini tentang urutan lagu di daftar putar tersebut.

You’ve got “Band on the Run” into “My Sweet Lord”, into “Jealous Guy”, into “Photograph”. I mean, come on. It’s like the perfect segue. You got Paul, who takes you to the party, George who talks to you about God, John who says no, it’s about love and pain, and then Ringo who just says hey, can’t we enjoy what we have while we have it? It’s a good record. I shit you not.

Pengalaman mendengarkan saya sepenuhnya terwakili oleh dialog di atas. Daftar putar ini seakan-akan dibuat untuk saya seorang. 

Oleh karena itu, daftar putar ini bagaikan harta karun bagi saya. Dengan adanya ini, saya tidak perlu lagi mendengarkan karya solo para personel Beatles secara terpisah. Saya pun terus mendengarkannya sampai akhir.

Pertanyaan menjelang akhir daftar putar

Ada pertanyaan yang muncul ketika saya sudah sampai menjelang akhir daftar putar itu.

Kenapa Bapak Mason malah memberi Mason kompilasi lagu personel The Beatles setelah mereka bubar? Kenapa bukan lagu The Beatles paling hits yang pernah ada saja?

Saya rasa, ini ada kaitannya dengan alur cerita film Boyhood. Bapak Mason memberikan hadiah ini ketika Mason berulang tahun yang ke-15, umur menjelang kedewasaan. Mungkin, Bapaknya bermaksud untuk memberikannya hadiah yang akan menemani prosesnya menuju ke sana.

Nah, karya solo para personel The Beatles sangat identik dengan kedewasaan. Sebab, karya-karya tersebut dibuat oleh musisi yang telah berpengalaman selama 10 tahun menciptakan lagu-lagu terkenal dan muncul dengan inovasi dalam bermusik, serta menjadi band paling berpengaruh sepanjang masa.

Tumbuh dewasa bersama The Beatles

Boyhood bercerita tentang pertumbuhan seorang anak laki-laki dari umur 6 sampai 18 tahun. Dalam pertumbuhannya, ia mengalami banyak sekali gejolak dalam dirinya dan kehidupannya. Salah satu caranya menangani itu semua adalah dengan mendengarkan musik. Dan, The Beatles adalah salah satu yang ia dengarkan.

Ia telah tumbuh dewasa bersama The Beatles.

Komentar

Postingan Populer