Bergoyang bersama “Juwita Malam” oleh FLEUR!
Ulasan: Lagu lama ini seakan hidup kembali dengan napas yang baru
![]() |
| Foto personel band FLEUR! | sumber: pophariini |
Berkenalan dengan “Juwita Malam”
Lagu “Juwita Malam” diciptakan oleh komponis legendaris Indonesia, yaitu Ismail Marzuki, pada masa penjajahan Belanda. Lagu ini cukup populer pada masanya karena menggabungkan unsur keroncong dari Tanah air dengan unsur jazz dari Barat.
Lagu ini memiliki lirik yang romantis. Isinya menceritakan tentang kecintaan seorang pria kepada gadis cantik yang ditemuinya di malam hari. Itulah mengapa judul lagu ini adalah “Juwita Malam.”
Karena komposisi yang unik dan lirik yang puitis, lagu ini tidak hanya dapat dinikmati oleh pendengar lokal, tetapi juga bisa digunakan sebagai lagu dansa oleh orang Belanda pada masa itu.
Inovasi Ismail Marzuki dalam menciptakan lagu memang sudah melampaui zamannya. Buktinya, lagu ini bisa terus relevan dan populer sampai sekarang.
Itulah mengapa, lagu ini sering sekali diaransemen, dibuat, dan direkam ulang oleh musisi lain. Salah satu band yang melakukannya, yaitu FLEUR!
“Juwita Malam” yang Baru oleh FLEUR! dan Bilal Indrajaya
FLEUR! merilis “Juwita Malam” sebagai single kedua mereka pada tahun 2022 lalu. Mereka berkolaborasi dengan penyanyi ulung, Bilal Indrajaya, yang mengisi vokal utama dalam single ini.
Band trio ini, bersama Bilal, berhasil membuat lagu jadul menjadi kembali segar untuk didengarkan.
Ini karena kualitas rekaman yang sangat baik berhasil diperdengarkan di lagu ini. Vokal penyanyi terdengar dengan sangat jernih, bahkan hingga ke getaran vibratonya. Harmoni vokal yang diisi oleh personil band juga sangat jelas.
Saya mengacungi dua jempol untuk kualitas suara rekamannya, tapi sebenarnya kalau jempol kaki bisa dihitung, empat saja sekalian.
Aransemen di lagu ini cukup berbeda dengan lagu aslinya, mereka menyelipkan sentuhan rock n’ roll di lagu ini. Ini dapat dilihat dari tempo ketukan drum yang relatif cepat, gitar listrik yang jangly, bass yang tebal, serta harmoni vokal khas lagu-lagu tahun 60-an. Ini semua membuat lagunya memiliki energi yang baru, tetapi tetap menyimpan sentuhan masa lalunya dari harmoni yang dihasilkan.
Ini modernistik, tapi juga nostalgik!
Dengan energi yang baru itu, lagu ini semakin cocok digunakan sebagai pengiring dansa, terutama dansa yang bertempo cepat. Saya sendiri suka mendengarkan lagu ini sambil menggerakkan kaki dan menggoyangkan badan ke kiri dan ke kanan, iya, seperti sedang mendengar dangdut. Kepala juga ikut menggeleng mengikuti vokalnya yang mengalun sepanjang lagu.
“Juwita Malam” dari Menit ke Menit
Di tulisan kali ini, saya ingin bereksperimen membahas lagu ini dari seluruh bagiannya, membaginya dari menit ke menit. Lagu ini memiliki panjang 3:48. Maka, mari kita mulai dari menit 0:00!
0:00–0:33 : Pembukaan yang Bercerita
Lagu langsung dibuka dengan vokal Bilal Indrajaya yang berkarakter dalam. Di sini, vokalnya pertama-tama diiringi oleh piano, kemudian berganti dengan petikan gitar listrik. Lalu, menyusul juga harmoni vokal dari personil FLEUR!
Harmoni vokalnya beragam rupa. Ada yang terdengar bersamaan dengan vokal utama, mengisi suara dua dan tiga. Ada juga yang menyusul vokal (delay), tapi tetap menyanyikan lirik yang sama. Terakhir, ada yang mengisi kekosongan setelah vokal utama habis, seperti “uuuuu~”.
Bagian ini menjadi intro sekaligus verse pertama yang baik karena langsung memperkenalkan pendengar melodi dan tema utama dari lagu ini. Lanjut!
0:33–0:46 : Ju-Ju-Ju-Juwita Malam!
Masih bagian intro: Build up drum selama 4 hitungan, lalu langsung disusul dengan seluruh instrumen dan harmoni vokal yang menyanyikan:
Ju-Ju-Ju-Juwita Malam
Ju-Ju-Ju-Ju-Juwita Malam
Ju-Ju-Ju-Juwita Malam
Ju-Ju-Ju-Ju-Juwita Malam
Lagi-lagi, ini mengingatkan saya kepada lagu-lagu jadul tahun 60-an dengan intro yang sejenis.
0:46–1:13 : Bagian yang Pas untuk Bergoyang
Masuk ke verse kedua, vokal Bilal kembali hadir. Pada bagian ini, vokal utama diiringi harmoni vokal yang mengalun dengan sangat apik. Penggalan melodinya seperti berayun-ayun. Ditambah lagi, semua instrumen sudah mengambil peran di sini. Sehingga, saya sebagai pendengar merasakan dorongan yang begitu besar untuk menggoyangkan badan saya. Tarik, Bang!
1:13–1:38 : Bagian Lain yang Mengantar ke Bagian Utama
Fill in drum, lalu masuk ke bagian middle eight.
Lagu ini berstruktur verse dan middle eight, sehingga tidak memiliki reff. Jadi, bagian enaknya itu adalah melodi utamanya yang terletak di verse.
Di middle eight, kita memasuki suasana lain dari lagu. Semacam selingan yang cukup panjang untuk kembali menuju ke melodi utama. Suasana yang lain, melodi dan liriknya juga lain.
Juwita Malam
Siapakah gerangan, Puan?
Juwita Malam
Dari bulankah, Puan?
Di baris terakhir, melodi pun naik, bagaikan mencapai klimaksnya.
1:38–2:04 : Goyang Lagi, Yuk!
Kembali ke verse dan melodi utama. Rasanya puas dan senang sekali, seperti kembali ke rumah. Saya pun kembali bergoyang.
2:04–2:29 : Solo Gitar yang Luar Biasa
Setelah selesai verse, kini ada solo gitar. Solo gitarnya sangat luar biasa. Solo ini memiliki semacam suasana misterius karena menyesuaikan dengan progresi akor lagu yang digunakan.
Solonya dibagi dua. Solo pertama dengan suara gitar listrik yang jernih dan terdengar tipis. Lalu, solo kedua, menggunnakan efek gitar yang berbeda, memiliki suara yang lebih tebal dan rendah.
2:29–2:54 : Kembali ke Bagian Lain
Sampai di akhir solo, ada fill in drum, lalu masuk lagi ke middle eight. Lagi-lagi kita masuk ke bagian yang misterius. Hiii~
2:54–3:21 : Lagi-Lagi Goyang
Kembali ke melodi utama, saya kembali bergoyang. Entah kenapa, melodi ini memiliki ayunan yang begitu kuat hingga bisa menggoyangkan pinggul saya.
3:21–3:48 : Bagian Akhir Lagu
Masuklah kita ke bagian akhir lagu.
Di sini, terdapat pengulangan frasa, “Esok lusa boleh kita jumpa pula” sebanyak tiga kali. Yang keterakhir kalinya dinyanyikan secara lebih lambat, lagi-lagi, ini akhir lagu khas lagu jadul!
Tapi, lagu belum berakhir sampai di situ.
Ju-Ju-Ju-Juwita Malam
Ju-Ju-Ju-Ju-Juwita Malam
Ju-Ju-Ju-Juwita Malam
Ju-Ju-Ju-Ju-Juwita Malam
Harmoni vokal yang menyanyikan lirik itu muncul lagi hingga lagu berakhir.
Perpisahan dengan “Juwita Malam”
Di awal lagu, liriknya menceritakan rasa kagum kepada Juwita Malam. Tetapi, di akhirnya, mereka terpaksa harus berpisah. Awal yang menyenangkan dan akhir yang menyedihkan.
Meski begitu, FLEUR! dan Bilal berhasil membuat perpisahan di cerita itu tidaklah begitu buruk. Setelah mendengarkan lagu versi mereka, rasanya ceria-ceria saja, sebagaimana perasaan seseorang yang sedang kasmaran. Mereka berhasil membuat perpisahan ini menjadi perpisahan yang memiliki harapan besar untuk dapat ketemu di waktu yang akan datang.
Begitu juga dengan perpisahan saya dan kamu di tulisan ini.

Komentar
Posting Komentar