#8: Ribuan Memori
![]() |
| Photo by Mick Haupt on Unsplash |
Panggil saya si penangkap memori. Saya suka sekali mengabadikan momen-momen dalam hidup saya, terutama dalam bentuk tulisan.
Saya sendiri nggak tahu kenapa saya suka begitu. Saya hanya merasa bahwa saya "harus" melakukannya dan kalau enggak, akan ada sesuatu yang aneh di dalam diri saya--sesuatu yang mengendap karena belum saya tuangkan.
Atau mungkin, saya hanya berupaya untuk menjadikan memori-memori ini ke dalam bentuk yang nyata. Dan dengan menuliskannya, saya menjadikan memori itu bisa dibaca.
Mungkin juga, saya khawatir kelak memori ini akan hilang kalau nggak saya tuliskan. Dan dengan menuliskannya, memori itu abadi dan selamanya ada di dunia.
Panggil saya si penangkap memori. Saya suka sekali melacak dan mencatat album apa yang telah saya dengar, buku apa yang baru saya baca, dan film apa yang kemarin saya tonton. Saya nggak ingin kehilangan ingatan tentang mereka. Saya ingin mereka ada di hidup saya.
Sering kali, saya mengulasnya untuk menjadikan hal-hal tersebut menjadi sesuatu yang "berarti" bagi saya.
"Berarti bagi saya" berarti menjadi memori yang akan mendorong saya untuk terus menjalankan hidup saya. Tak peduli baik atau buruk, memori menjadi bukti bahwa saya hidup di dunia ini.
Memori-memori akan mengingatkan saya bahwa begitu banyak hal bermakna yang telah saya lalui dan bahwa akan ada lebih banyak hal yang lebih baik di masa depan.
Maka, saya harus terus hidup. Saya harus terus menangkap ribuan memori.

Komentar
Posting Komentar