#7: Payung Teduh waktu Hujan
![]() |
| Photo by Alex Dukhanov on Unsplash |
Saya sering mengasosiasikan musik dengan musim. Saya punya daftar musik sendiri yang cocok untuk didengarkan ketika musim panas. Begitu juga dengan musim hujan.
Akan tetapi, karena menurut saya musik itu lebih cocok untuk didengarkan ketika suhu tidak panas--karena kalau panas bawaannya puyeng dan pengin ngadem aja, maka saya akan membahas daftar musik ketika musim hujan saja.
Begitu banyak musik yang cocok didengarkan ketika musim hujan. Ada yang cocok karena suasananya galau dan membuat kita mengenang seseorang yang telah hilang (aduh!), ada yang cocok karena lagunya memang membahas tentang hujan, ada juga yang kayaknya memang "cocok aja gitu" buat diputar waktu hujan.
Salah satu yang rasanya cocok aja gitu tanpa ada alasan khusus adalah musik-musiknya Payung Teduh.
Ambil "Akad": single paling masyhur mereka yang sempat menguasai jagat musik Indonesia bahkan bertahun-tahun setelah tahun rilisnya, 2017.
Lagu ini nggak ada galau-galaunya, palingan "Namun bila kau ingin sendiri / cepat-cepatlah sampaikan kepadaku / agar kutak berharap / dan buat kau bersedih" aja. Malah ujungnya kan "Sudilah kau menjadi istriku?"--itu bahagia cuy!
Lagu ini juga nggak bahas hujan sama sekali.
Tapi, kalau kamu putar lagu ini waktu hujan, dengan suhu yang sejuk, terdengar suara rintiknya, apalagi sambil menyetir. BEUH!
Nikmat mana lagi yang kaudustakan?
Dan itu juga berlaku untuk lagu-lagu Payung Teduh lainnya.
Eh, apa nama band-nya?
"Payung Teduh"?
"Pa-yung Te-duh"???
Ah, saya ngerti sekarang!

Komentar
Posting Komentar