#6: Tentang Menjadi Penulis
Sejak SMP, saya ingin sekali menjadi penulis. Bahkan, pada masa orientasi SMA, ketika harus membuat nametag dan terdapat keterangan cita-cita di lembarnya, saya mencantumkan "penulis" dengan bangganya.
![]() |
| Buku catatan menulis saya selama 5 tahun ke belakang. |
Dulu, di bayangan saya, penulis adalah pekerjaan yang keren banget dan mudah terkenal. Saya pengin jadi keren dan terkenal. Saya ingin sekali menjadi penulis cerita atau penyair. Ini karena saya hanya membaca dua jenis buku tersebut pada masa itu. Penulis favorit saya pada masa itu adalah Fiersa Besari.
Kemudian, cita-cita saya menjadi penulis pun perlahan-lahan seperti terlaksana dengan sendirinya.
Mulai dari kelas 8, saya menulis diari setiap hari, mencipta puisi kadang-kadang, mencipta lagu setiap bulan--sampai mulai bulan April 2025, ketika saya mau lulus SMA, saya aktif menulis nonfiksi di Medium. Dan itu semua berlanjut hingga sekarang saya menulis di blog ini, pada detik ini.
Saya seakan-akan tidak berupaya untuk menulis, tapi semesta mengarahkan saya untuk melakukannya. Saya merasa seperti tidak berusaha, tapi saya "tiba-tiba" saja melakukannya.
Padahal, waktu saya lihat berapa buku yang sudah habis untuk tulisan diari, puisi, dan cerpen--ternyata sudah banyak sekali. Dan ternyata saya sudah mengupayakan kebiasaan menulis ini sedari dulu.
Setelah saya menulis bahwa cita-cita saya adalah seorang penulis, saat itu juga saya mulai menulis untuk membuktikannya kepada dunia.
Meski begitu, sekarang, saya nggak terlalu bersemangat lagi untuk menjadi penulis. Bagi saya, menulis hanyalah kegiatan rekreatif dan kebiasaan yang harus terus saya lakukan demi menjernihkan pikiran.
Namun, jika ternyata takdir mengatakan bahwa profesi saya di masa depan adalah penulis, saya sama sekali nggak keberatan.

Komentar
Posting Komentar