#3: Balada Kehampaan Elliott Smith
Hidup di dunia adalah penyebab utama kita menemui banyak sekali masalah yang tak terselesaikan dan pertanyaan yang tak terjawab. Salah satu pertanyaan paling dasar tapi juga paling besar di antaranya adalah, bagaimana kita harus menyikapi eksistensi kita di dunia?
Elliott Smith seakan menjawab pertanyaan itu lewat salah satu lagunya, "Ballad of Big Nothing".
Said you can do what you want to whenever you want to
You can do what you want to there's no one to stop you
Potongan lirik di atas adalah reff dari lagu tersebut. Untuk menyikapi eksistensi di dunia, ia berkata bahwa kita bebas melakukan apa yang kita mau kapanpun itu, dan tidak ada orang yang menghentikan kita.
Ia memberi harapan bahwa kita memiliki kebebasan berkehendak (free will) di dunia ini. Maka lakukanlah apapun yang kita inginkan sebab kita adalah burung yang terbang bebas di langit. Kita rehat di ranting beringin dan terbang kapanpun kita ingin.
Dengan begitu, rasanya, hidup adalah sesuatu yang sangat indah dan cemerlang. Kita tinggal menyikapi kehidupan dengan melakukan apapun yang kita inginkan, dan kita bisa berbahagia. Itu semua sampai akhirnya kita menyadari, apakah itu selalu benar?
Maka, di reff menjelang akhir lagu di mana liriknya mendapat tambahan, kita temukan jawaban.
Do what you want to whenever you want to
Do what you want to whenever you want to
Though it doesn't mean a thing
Big nothing
Ternyata, tidak selamanya melakukan hal yang kita inginkan bisa berarti di kehidupan ini. Ini terutama berlaku untuk keinginan yang berdampak buruk bagi diri sendiri maupun orang lain. Contohnya, keinginan mengonsumsi narkoba dan keinginan untuk mencuri harta.
Mungkin, Elliott Smith ingin mengingatkan kita, jika kita ingin melakukan hal yang kita inginkan, maka pastikanlah keinginan itu bisa membuat hidup kita benar-benar berarti. Keberartian yang hakiki. Keberartian dan bukan kehampaan yang sejati.
Komentar
Posting Komentar