#20: Kucing Calico
"Kucingnya lucu banget."
"Iya, lucu."
"Ini namanya kucing calico."
"Oh, gitu. Kenapa namanya calico?"
"Karena perpaduan warnanya: Hitam, putih, dan oranye."
"Kirain karena dikasih nama 'Calico' sama majikannya."
"😠."
| Photo by S T on Unsplash |
Percakapan di atas berlangsung antara saya dan pacar saya ketika kami sedang jalan pagi dan menemukan seekor kucing lucu di pinggir jalan, kucing calico, katanya.
Saya baru tahu ternyata perpaduan warna putih, hitam, dan oranye itu namanya calico.
Lalu saya teringat satu lagu Paul McCartney yang judulnya sama, "Calico Skies".
Padahal, selama ini saya mendengar lagunya berulang kali, tapi seakan-akan saya buta dan budek akan makna liriknya. (Ya, biarin, yang penting musiknya enak! -pembelaan). Saya heran, lah, Calico Skies? Berarti langitnya hitam, putih, dan oranye, gitu??
Coba saya cermati liriknya lagi, deh!
It was written that I would love you
From the moment I opened my eyes
And the morning when I first saw you
Gave me life under calico skies
I will hold you for as long as you like
I'll hold you for the rest of my life
Hmm, saya kayaknya paham sekarang. Calico skies di lagu ini jadi simbol kebahagiaan sang tokoh di dalam lirik setelah jatuh cinta pada pandangan pertama. Hidup di bawah langit calico mungkin ungkapan spesial McCartney yang maksudnya nge-fly dan ngerasa high atau pokoknya mabuk ketika jatuh cinta, deh!
Kalau gitu, percakapan di awal pas banget dong! Soalnya, saya dan pacar saya sama-sama melihat Calico Cat waktu itu dan kami saling dan selalu jatuh cinta hingga sekarang. Hehehehe!
Kalau langit calico membuat sang tokoh bahagia banget dan bertekad untuk memeluk kekasihnya selama seumur hidup, di masa depan, kami mau selamanya hidup di bawah naungan warna calico. Ya, kami akan pelihara kucing calico.
Komentar
Posting Komentar