#12: Hari Ini Saya akan Benar-Benar Merasakan Kelulusan
| Foto saya dan teman-teman sekelas setelah mengambil buku tahunan (Kemarin, 21/05/2025). |
Hari ini saya akan merasakan “sebenarnya” bagaimana rasanya lulus dari SMA.
Sebenarnya, saya sudah lulus dari kemarin sejak menerima Surat Keterangan Lulus dari sekolah. Saya juga sudah mengembalikan semua buku pinjaman saya ke perpustakaan sekolah dan tinggal mengambil ijazah nanti jika sudah waktunya. Ah, tapi kalau itu rasanya biasa-biasa saja. Nggak ada spesial-spesialnya.
Saya jadi ngerti kenapa ada yang ingin acara wisuda—eh, maaf maksudnya “pelepasan” tetap diadakan. Karena kalau kelulusan kelas 12 SMA cuma “begitu” aja—ngambil rapor, ijazah, terus pulang—tanpa prosesi seremonial yang spesial, rasanya hambar banget. Saya sebagai kelas 12 jadi merasa nggak berarti, dan nggak ada maknanya buat sekolah. Saya merasa kami hanyalah kodok yang melompat-lompat dari satu batu ke batu lain tanpa adanya kenangan terkhusus di tiap-tiap batu yang kami pijak.
Akan tetapi, hari ini adalah acaranya. Hari ini adalah acara pelepasan siswa-siswi SMA Negeri 1 Cikarang Utara, sekolah kesayangan saya. Dan saya sangat penasaran bagaimana rasanya setelah benar-benar “dilepas” seperti burung yang dibiarkan terbang (walau hanya sementara).
Acaranya akan sangat sederhana sesuai anjuran Gubernur Jawa Barat. Para siswa tidak memakai setelan jas, para siswi tidak memakai kebaya—semuanya diharuskan memakai seragam putih abu, seragam khas anak SMA.
Selain itu, sekolah tidak menyewa hotel, apalagi keluar kota, acaranya akan diadakan di lapangan sekolah yang terbilang sangat luas. Panggungnya memanfaatkan Pankreas (panggung kreasi) yang memang sudah ada di sekolah. Sekolah hanya mendirikan tenda di lapangan untuk tempat duduk para siswa dan orang tuanya supaya nggak kepanasan, apalagi kehujanan.
Semuanya serba sederhana. Tapi, saya nggak keberatan. Sama sekali nggak keberatan. Saya, kami, siswa-siswi SMA nggak menuntut kemewahan kok. Kami hanya ingin ada sesuatu yang spesial untuk melepaskan kepergian kami. Dengan itu kami akan merasa masa pendidikan kami telah paripurna di SMA ini, dan kami akan dengan ikhlas dan lebih bersemangat terus melanjutkan kehidupan kami.
Tak peduli sederhana maupun mewah membahana, kami hanya ingin diberi tanda bahwa kami sudah selesai di sini, dan harus terus berjalan ke sana, ke masa depan yang menantang dengan senyuman.
Ah, ngomongin sederhana, saya jadi ingat lagunya Sal Priadi.
Saya akan kangen sekali dengan sekolah kesayangan saya ini. :)
Komentar
Posting Komentar